x

Tidak Terapkan Phisycal Distancing, Cafe Di Kota Blitar Terjaring Operasi Yustisi

Blitar Kota - Rabu, (16/09/2020)  Satpol PP Kota Blitar menjaring 7 tempat usaha cafe pada Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19, Selasa malam 15 September 2020.

Hadi Maskun, Plt. Satpol PP Kota Blitar mengatakan, operasi yustisi tidak hanya menyasar pengguna jalan, namun juga tempat usaha di Kota Blitar. Pada hari ke dua operasi yustisi, tempat usaha cafe yang menjadi sasaran tim gabungan Satpol PP, TNI/Polri dan jajaran terkait lainnya. Meski sudah menyediakan sarana prasarana protokol kesehatan Covid-19, namun 7 cafe yang terjaring operasi yustisi ini tidak mengatur physical distancing, sehingga pengunjung berkerumun. Penegak hukum pun menjatuhi sanksi tipiring, yang mengharuskan penanggung jawab cafe wajib membayar denda sesuai dengan Pergub No. 53 Tahun 2020. Sidang terkait pelanggaran itu, akan dilaksanakan Jumat 18 September 2020.

“ Pengunjung cafe yang tidak bermasker juga kita tindak. Meskipun sudah membawa masker tapi tidak dipakai tetap kita sanksi,” jelas Hadi.

Hadi menyebut, sanksi denda yang berlaku untuk tempat usaha ini bervariatif sesuai dengan jenis pelanggarannya. Mulai Rp. 500 ribu hingga jutaan rupiah. Tidak hanya itu, tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid-19, juga bisa dicabut izin usahanya. Pencabutan izin, tidak perlu menunggu sanksi teguran, jika cafe yang bersangkutan memenuhi syarat untuk dicabut izinnya, maka penyidik dan penegak hukum bisa mengambil sikap tegas.

“Besaran sanksi itu yang memutuskan hakim, tapi bisa sampai jutaan rupiah, dan pencabutan izin itu bersifat sementara hingga pencabutan tetap,” kata Hadi.

Hadi menghimbau agar pemilik atau penanggung jawab cafe bisa mematuhi aturan yang berlaku. Menurutnya agar aturan dan perekonomian bisa berjalan optimal, perlu sinergitas yang solid antara pemerintah dan masyarakat. (Kir)

 

 

Share icon